Langsung ke konten utama

Gak Percaya Diri dengan Hasil Tulisanmu? Coba Terapkan 5 Hal Ini!

percaya diri menulis

Bukan hanya penampilan saja yang membuat seseorang tidak percaya diri. Hasil karya seperti tulisan pun kerap membuatnya minder, apalagi jika harus dipublikasikan. Sebenarnya ini hal yang wajar, apalagi jika baru pertama kali membuat tulisan untuk dipublikasikan, entah di blog pribadi, media sosial, website, atau platform menulis lainnya.


Jika kamu salah satu orang yang tidak percaya diri dengan hasil tulisanmu, coba lakukan 5 hal berikut ini!


Cari Referensi Bacaan

percaya diri menulis
mencari referensi via https://pixabay.com/Kaboompics

Kamu bisa mencari referensi bacaan secara online seperti website atau jurnal online, maupun melalui buku. Fokuslah pada bacaan sesuai dengan apa yang ingin kamu tulis. Misalnya, kamu ingin menulis artikel berita, maka situs berita online seperti Kompas.com, Detik.com, Tempo.co, dan portal berita online lainnya lebih cocok dibandingkan membaca buku Novel.


Lain halnya jika kamu ingin menulis cerpen, maka referensi yang kamu butuhkan adalah kumpulan cerpen. Saya pernah mengikuti kelas online penulisan cerpen, dalam kelas tersebut membahas mengenai kesalahan yang sering terjadi oleh penulis pemula yakni dalam pemilihan referensi bacaan.


Jadi, penting untuk kita menemukan referensi bacaan yang sesuai dengan tulisan yang akan dibuat.


Mulailah Menulis

percaya diri menulis
mulai menulis https://pixabay.com/expresswriter

Setelah menemukan referensi dari berbagai sumber, mari mulai menulis. “Tapi, tulisan saya jelek” Ini seringkali menjadi alasan ide-ide di dalam otak tidak menjadi tulisan. Perasaan kurang percaya diri dalam menulis memang kerap membuat kita tidak jadi menulis.


Ini yang pernah saya rasakan dulu. Bisa dikatakan saya adalah orang yang krisis kepercayaan diri, termasuk tentang tulisan saya. Ketakutan saya adalah ketika apa yang saya tulis dan dipublikasikan tidak diterima oleh orang lain, khususnya teman-teman di sekitar saya. Mungkin mereka akan mengatakan tulisan saya lebay, alay, buruk, dan hal-hal negatif lainnya.

Namun, saya ingat kata-kata Gloria Morgen yang mengatakan “Setiap tulisan memiliki fansnya masing-masing".

Saya percaya bahwa tulisan saya ada yang suka, walaupun tidak dapat dipungkiri selalu ada yang tidak cocok atau tidak suka dengan apa yang saya tulis. Meskipun terkadang kritik membuat kita sakit hati, tapi jangan sampai hal tersebut membuat kita berhenti menulis. Selama tulisan yang dihasilkan tidak mengandung SARA atau memicu kebencian dan melanggar hukum, teruslah menulis.


Baca Ulang

percaya diri menulis
membaca ulang via https://pixabay.com/Pexels

Sama seperti saat mengerjakan tugas sekolah atau skripsi, setelah menulis maka kita wajib membaca ulang sebelum menyerahkannya ke guru atau dosen pembimbing. Tujuannya, untuk meminimalisir kesalahan, setidaknya menghindari salah pengetikan atau typo.

Membaca ulang tulisan juga akan membuat kita semakin peka dengan apa yang dituliskan. Saat membaca tulisan sendiri, kita berperan menjadi orang lain yang akan membaca tulisan kita nantinya.

Apakah sudah enak dibaca? Apakah ada kata yang rancu? Disinilah kita dapat memperbaiki kata-kata yang kurang tepat menjadi lebih baik. Memang jauh dari kata sempurna, tetapi setidaknya menjadi rapi dan enak dibaca.


Berani Publikasikan

percaya diri menulis
publikasikan tulisan via https://pixabay.com/Mediamodifier

Kamu bisa memposting tulisanmu di blog pribadi atau media sosial. Teman-teman dekatmu atau pengikutmu di media sosial mungkin akan memberikan tanda suka atau komentar terhadap postingamu.


Jika tulisanmu mendapatkan tanda suka atau komentar positif ini akan menjadi salah satu apresiasi yang mereka berikan. Namun, apabila mendapat respon negatif, catat apa yang mereka tuliskan. Ini bisa menjadi salah satu perbaikan untuk tulisan selanjutnya.


Meskipun demikian, bukan berarti kamu harus mengikuti saran dan kritik yang mereka berikan. Ambil yang memang sesuai dengan gaya menulismu.


Ikut Lomba Menulis

percaya diri menulis
lomba menulis via https://pixabay.com/StartupStockPhotos

Selain mengincar hadiahnya, sebetulnya lomba menulis adalah salah satu cara mendapatkan penilaian jujur dari orang lain. Sahabatmu mungkin selama ini hanya mengatakan “wah tulisanmu bagus”, tetapi apakah itu penilaian yang jujur?


Mungkin sebagian memang jujur, tetapi kemungkinan pula mereka tidak enak mengatakan hal buruk terhadap hasil karyamu. Nah, dengan mengikuti lomba menulis, kamu bisa mendapatkan penilaian jujur dari orang yang tidak kamu kenal.

Apakah tulisanmu layak menjadi juara?


Namun, jika belum lolos, jangan khawatir. Ini baru langkah awal, bukan berarti tulisanmu benar-benar jelek. Bisa jadi karena tidak sesuai dengan ketentuan dan karakteristik penerbit penyelenggara.


Oh ya, untuk membuat tulisanmu semakin hari makin lebih baik, kamu juga bisa lho membeli buku-buku hasil lomba dan membaca tulisan-tulisan yang menjadi pemenang. Ini juga bisa menjadi salah satu referensi bacaan seperti pada poin pertama.


Kamu tidak tahu kapan tulisanmu bisa menjadi berharga untuk orang lain, jadi tetaplah menulis sesuai gaya dan kesukaanmu. Semoga 5 hal di atas semakin membuatmu percaya diri menulis dan menghasilkan karya-karya yang bermakna. Saya tunggu karyamu ya…..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Awal untuk Pemula: Buat Blog Yuk, untuk Rumah Karyamu

  Punya tulisan, tapi bingung mau diposting dimana? Gak percaya diri, takut tulisan dibilang lebay. Kalau kamu merasa begitu, kamu gak sendiri. Awal-awal aku mulai menulis dan mempostingnya di media sosial, merasa tidak percaya diri. Apalagi dibaca oleh orang-orang yang ku temui setiap hari. Kadang, mereka membahasnya dan mengkritik atau sekedar memberikan saran. Mendapatkan kritik dan saran, memang tidaklah buruk, justru ini bisa menjadi bahan perbaikan. Tapi, ada beberapa kritik yang kadang membuatku down. Apakah aku menyerah dan tidak menulis lagi? Tentu saja tidak. Semakin lama, aku merasa bahwa menulis adalah salah satu hal yang membuatku merasa hidup lebih bermakna. Ada beberapa teman yang berkomentar bahwa tulisanku menginspirasi mereka, menguatkan mereka, atau mereka merasa sefrekuensi denganku. Hal-hal positif ini yang aku fokuskan, sehingga aku terus menulis sampai saat ini.  Aku harap, kamu yang membaca tulisan ini juga percaya diri untuk menulis dan membagikan karyamu d