Langsung ke konten utama

Memberi Kesempatan untuk Menyerah

menyerah
Photo by Olga on Pexels

"Apakah aku boleh menyerah?"

Ada masa-masa sulit, dimana rasanya "menyerah" adalah sebuah cara untuk mengakiri hal berat itu. 

Beberapa orang mungkin akan berkata "jangan menyerah, lanjutkan perjuanganmu". Ini bisa menjadi salah satu kalimat dukungan. Namun, terkadang orang lain tidak melihat dari berbagai sisi tentang apa yang sedang kamu jalani, dan alasan mengapa kamu ingin menyerah. 

Gak papa menyerah untuk satu hal, demi hal lain yang layak diperjuangkan. Tidak benar-benar berhenti berjuang, tapi memilih memperjuangkan hal baru setelah melewati berbagai pertimbangan

wanita berjalan
Photo by Oleg_bf Oleg Borisov on Pexels

Ketika orang lain mengatakan "jangan menyerah" kepadaku, aku menyampaikan sebaliknya kepada diriku sendiri "Gak papa menyerah untuk satu hal, demi hal lain yang layak diperjuangkan". 

Aku memberikan kesempatan pada diriku untuk menyerah setelah melalui berbagai pertimbangan. Apakah orang lain salah? Tentu saja tidak. Mereka memberikan dukungan secara luas, karena mereka belum melihat hal apa yang akhirnya membuatku menyerah dan memperjuangkan hal lain. 

Bernegosiasi untuk Menyerah

Sekeras apapun kita berjuang, semaksimal apapun usaha kita, jika memang belum waktunya untuk mendapatkan hal tersebut, tentu kita tidak akan memilikinya. Bukan berarti usaha kita sia-sia, namun bisa jadi ini adalah cara semesta memberi kesempatan pada kita untuk mengambil keputusan. 

Apakah akan melanjutkan perjuangan yang sama atau memilih jalan lain? 

Saat aku mencoba sesuatu berkali-kali dan gagal, aku bernegosiasi dengan diriku sendiri. "Aku akan berjuang pada hal yang sama selama 1 bulan ke depan, jika hasilnya masih sama, aku akan mundur dan berjuang di hal lain"

Lihat bagaimana Tuhan, semesta, memberikan jawaban menakjubkan. Ketika apa yang aku negosiasikan dijawab dengan "kegagalan", aku akan mundur dan mencoba peluang lain. Ketika berhasil, aku akan melanjutkan perjalananku untuk memperjuangkan hal tersebut.

Ada beberapa hal memang layak untuk diperjuangkan, dan ada beberapa hal yang perlu ditinggalkan. 

Kita perlu memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk menyerah pada satu hal, demi hal lain yang layak diperjuangkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Awal untuk Pemula: Buat Blog Yuk, untuk Rumah Karyamu

  Punya tulisan, tapi bingung mau diposting dimana? Gak percaya diri, takut tulisan dibilang lebay. Kalau kamu merasa begitu, kamu gak sendiri. Awal-awal aku mulai menulis dan mempostingnya di media sosial, merasa tidak percaya diri. Apalagi dibaca oleh orang-orang yang ku temui setiap hari. Kadang, mereka membahasnya dan mengkritik atau sekedar memberikan saran. Mendapatkan kritik dan saran, memang tidaklah buruk, justru ini bisa menjadi bahan perbaikan. Tapi, ada beberapa kritik yang kadang membuatku down. Apakah aku menyerah dan tidak menulis lagi? Tentu saja tidak. Semakin lama, aku merasa bahwa menulis adalah salah satu hal yang membuatku merasa hidup lebih bermakna. Ada beberapa teman yang berkomentar bahwa tulisanku menginspirasi mereka, menguatkan mereka, atau mereka merasa sefrekuensi denganku. Hal-hal positif ini yang aku fokuskan, sehingga aku terus menulis sampai saat ini.  Aku harap, kamu yang membaca tulisan ini juga percaya diri untuk menulis dan membagikan karyamu d